|
|
 |
 |
Saturday, June 05, 2004
Mr. Gunkid Diary
In my heart...
The peace is full love
make peace your heart before you travel my word
You and me is our
We can change the world with peace
in my heart just one peace
peace in love
Dream with love in your heart
make happy your heart before challenge the world
Just peace make you happiness and successfull man
Forever in peace
honesty.......
freedom........
peacefull......
friendship........
relationship........
independent of days
you can get them just with your heart
well.....get your imagine with my languages
to reform a world with romantic style
from Indonesian word i shall disseminate peace and love
in everybody heart
forever and 'till "THE END OF DAYS"
tomorrow better than today
PEACE FOR ALL .... ALL FOR LOVE
FOREVER IN MY LIVE
" FOREVER YOUNG INDONESIA "
Copyright © Mr. Gunkid. 2004
Posted at 03:37 pm by stevi
Hati rindu
melanda insan yang bercinta
sore ini kubahagia
walau ada asa yang tertambat
jumpa dirimu dalam dunia maya
dengar candamu dalam lagu rindu
kasih....
jangan kau lari lagi...
dekap aku dalam pelukmu
Mr.Gunkid "050604"
===================
http://www.gunkid.cjb.net
Posted at 04:18 pm by stevi
Sunday, June 13, 2004
WORLD PEACE
By Dr. Kenneth Ring
One of the founding fathers of NDE research
( Sumber Tulisan : NDERF )
====================================
In keeping with NDE truths NDERF Goes Global
"It may seem farfetched that near-death studies could make a direct contribution to world peace, but many researchers and scholars have been impressed deeply by the consistent pattern of value changes that near-death survivors express and manifest following a NDE. Recurrently and reliably, they speak of the values of unconditional love and acceptance, human brotherhood, compassion and tolerance, and tend to endorse a spiritual or religious point of view that ignores racial, national, or cultural distinctions.
. . .
It is probably naive to think that the implications of near-death studies could prevent . . . cataclysm, but it seems reasonable to argue that the spread of this information and the values it represents can only serve to lower its likelihood. In any case, the field of near-death studies appears to have a timely and possibly critical role to play in world affairs."
Dr. Kenneth Ring, 1982
The Near-Death Experience, Problems, Prospects, Perspectives, Eds Greyson M.D., Bruce and Flynn, Ph.D, Charles P., Charles C. Thomas Publisher 1984, Springfield, Ill. pp 13-14.
"The more you tell the story, the more that peace will come out of the chaos"
- Bill VandenBush.
Posted at 05:42 pm by stevi
Monggo diisi ....
Monday, June 21, 2004
Ketika dunia tidak lagi melokal ada suatu unjuk universal dalam dunia maya banyak kehidupan error penuh kata yang sungguh bugs milenium penuh spam banyak muatan .com pemikiran manusia jadi hang dengan bandwith isme dan matriks Bill Gate jadi dewa dunia maya disanjung dan di .com kan bersamaan dengan software illegal yang sering dilaunching dunia maya penuh peselancar yang style-nya comersiil sungguh millenium banget yap gtg dulu ya..... :)
Mr.Gunkid ------------------------------------- http://gunkid.cjb.net
Posted at 11:07 pm by stevi
Monggo diisi ....
Posted at 11:10 pm by stevi
Monggo diisi ....
Monday, June 28, 2004
Jesus in Himayala
"Jika benar Yesus pernah tinggal di Himalaya dan makamnya berada di Kashmir, ini akan mengubah pandangan dunia. Yesus bukan monopoli dunia Barat tetapi ia pun 'hidup' di Timur sehingga ia menjadi universal. Cara pandang seperti ini tidak mengkotak-kotakkan manusia sehingga 'abad' baru pasti datang kepada kita semua," demikian Jeff dalam film Jesus In Himalaya berkomentar.
"Walaupun saya tidak mendapatkan bukti otentik akan cerita itu tetapi minimal saya sudah menempuh jalur yang ditempuh oleh Saint Issa atau Yesus," katanya lebih lanjut.
Mengawali perjalanannya dengan sebuah pertanyaan: "Mengapa Yesus setelah disalibkan pergi ke India ?" Kalau ia tidak mengenal India sebelumnya mungkinkah ia pergi ke sini Kemungkinannya adalah ia pernah ke India dan kembali lagi ke sana."
Cerita dibuka mengisahkan perjalanan Jeff mencari data mengenai kisah Yesus di Himalaya. Pertama ia bertemu dengan seorang professor di sana yang menceritakan makam Yesus di Kashmir, pada makam ini secara aneh ditemukan bahwa ada 2 bagian dari tutup makam, bagian atas makam menghadap Selatan-Utara yang berarti mengikuti tradisi baru di India sedangkan bagian bawah menghadap Barat-Timur yang berarti makam orang-orang kuno dari tradisi lama. Selanjutnya dalam makam itu juga ditemukan jejak telapak kaki yang menggambarkan luka seperti luka bekas salib, ini adalah luka yang dimiliki oleh Yesus. Makanya professor dan teamnya berkesimpulan inilah makam Yesus.
Kisah ke dua adalah adanya makam Santo Thomas di Madras/Chennai, ia adalah salah seorang rasul dari Yesus. Sehingga makin memperkuat bahwa Yesus memang pernah ada di India. Kemudian ia melanjutkan ke arah pegunungan Himalaya termasuk ke Biara Himis.
Termasuk bertanya kepada peramal kepercayaan Dalai Lama dengan jawaban Issa (Saint Issa - rakyat setempat memanggil Yesus demikian) pernah berada di sana karena bukti pohon teh yang dibawanya dari India ada di sana. Melanjutkan pertanyaan ke beberapa penduduk, akhirnya di sekitar pegunungan di kaki Himalaya ia mendapatkan cerita rakyat yang cukup memuaskan yang menceritakan Yesus sempat berada di sana ketika ia berusia 13 - 29 tahunan karena ketika berumur 30 tahun Yesus sudah di Palestina kembali.
Hal yang menarik lainnya yang ditemui oleh Jeff adalah: Mala (Budha) atau Rosario, kalung yang dipergunakan untuk berdoa mempunyai jumlah butiran yang sama yaitu 108 butir, begitu pula dengan ritual dalam agama Kristen (seperti musik dan lonceng, serta mantra dan kidung) ternyata banyak kemiripan dengan tradisi Budha dan juga ajaran Yesus seperti Non
Violence, Kasih, Sabar dan lain sebagainya sangat sesuai dengan ajaran Budha dan Hindu. Jika demikian sangatlah mungkin Yesus pernah belajar dari India dan pegunungan Himalaya.
Adalah Nikolas Notovich yang pertama kali menuliskan tentang hal ini. Secara kebetulan ketika ia berburu kakinya patah dan ia dibawa ke Himis (salah sebuah kuil/Vihara di pegunungan Himalaya) untuk dirawat. Para pendeta/bhiku di sana merawatnya dengan baik.
Selama dalam perawatan itu hampir setiap hari ia membujuk untuk diperlihatkan lontar yang menceritakan tentang Issa di sana (sebelumnya ia pernah mendengar kisah ini), dan akhirnya permintaannya dikabulkan. Mulailah ia dibacakan satu demi satu helaian lontar
oleh bhiku di sana dan diterjemahkan oleh seorang guide yang mendampinginya dan ia pun menyalin kata perkata yang diterjemahkan itu. Setelah sembuh ia pun pulang kembali ke negerinya dan menerbitkan buku tentang keberadaan Yesus di Himalaya. Menyamai perjalanan Notovich, Jeff pun pergi ke Himis tetapi sebelumnya ia bertanya kepada seorang pastur dari sebuah misionaris yang dengan tegas menolak pendapat bahwa selama tahun-tahun yang hilang Yesus ke Himalaya, dikatakannya Yesus tetap berada di Palestina. Tetapi ada sesuatu yang tidak dapat dipungkiri ketika visi missionaris pertama kali masuk daerah Himalaya, di sana ditemukan penduduknya telah mengenal ajaran yang dibawakan, para penduduk berkata: "di bawah pohon ini Issa pernah memberikan ajaran-ajarannya."
Di Himis, Jeff bertanya pada para pendeta dan dijawab bahwa ada sebuah ruangan gelap dan rahasia tempat penyimpanan lontar-lontar dan kuncinya di bawa oleh seorang pendeta yang kedatangannya setiap 5 - 6 tahun sekali ke sana. Dan di salah sebuah kuil Jeff bertemu
dengan seorang Amerika yang belajar meditasi di sana, ia menceritakan pengalamannya ketika ia bernyanyi di 'suatu' tempat tiba-tiba ada seorang pendeta kecil yang membawanya ke sebuah ruangan dan di dalamnya ia menyaksikan lontar dimaksud. Tetapi keesokan harinya ketika ia mencari pendeta kecil itu tidak ditemukannya (di sana banyak sekali pendeta), namun ada 'sesuatu' yang dirasakannya. Ketika ia 'bernyanyi' di tempat itu, seolah batinnya mengatakan "Yesus pernah berada di sini," dan energinya sangat kuat.
Film yang ditutup dengan perkataan walaupun tidak menemukan bukti otentik namun tersimpan rasa puas dalam diri Jeff. Sambil tetap mengusung ide bahwa jika bukti ini ditemukan maka ini akan merubah sejarah dunia dan kita akan semakin universal.
*
Sebelum pemutaran film Yesus di Himalaya, diskusi mahasiswa yang dimulai agak molor sedikit kurang lebih 15 menit dari pukul 16 dibuka dengan ucapan selamat datang kepada para mahasiswa dan juga beberapa orang di luar mahasiswa yang akan ikut Sufi Mehfill, di One Earth, One Sky, One Humankind. Dengan mata terpejam para hadirin khusyuk membacakan doa 4 agama seperti yang lalu, tradisi ini sudah lama berlangsung di Anand Ashram.
Setelah pemutaran film, Wandy Nicodemus membuka session diskusi dengan kesimpulan bahwa film ini ingin mengungkapkan bahwa Yesus adalah milik semua dan dengan demikian universalitas tercipta. Dan jika sudah begini maka tidak akan ada lagi perang dan keributan.
Demikian cara pandang kita mesti diubah.
Dilanjutkan dengan Roy yang menceritakan agama Samawi (langit) dan dunia. Sebenarnya film ini menceritakan bahwa kaitan erat sudah terjadi antara Middle East dan India. Contohnya dengan Mala-Rosario, ritual agama, ada kaitannya antara Issa dengan Budhisme dan Hindu. Kalaupun Yesus mengatakan: "Aku tidak mengubah hukum Torah/Taurat" tetapi dalam kenyataan ajaran Yesus mengajarkan Cinta Kasih dan Non Violence yang bertolak
belakang dengan ajaran Musa yang berkata: "an eye for an eye, a tooth for a tooth" yang berarti balasan yang setimpal tetapi di perjanjian baru "jika ditampar pipi kirimu berikanlah pipi kananmu" ini sebuah perubahan yang besar.
Tetapi Yesus tidak mengungkapkan secara vulgar, demikian juga nabi Muhammad (nanti pak Anand yang akan menjelaskan, demikian ujar Roy).
Diskusi dibuka dengan tanggapan Humaedi dari UIN Syarif Hidayatullah. Ia menceritakan pengalamannya bergaul dengan teman yang beragama Kristen. Dikatakan bahwa harus dibedakan antara Yesus histori dan Yesus keimanan. Sehingga ketika ia menjadi histori/sejarah biarkan dalam wilayah misteri. Menurutnya Yesus tidak sama dengan Budha, karena dalam film itu tidak mendapatkan bukti otentik keberadaan nabi Issa di sana.
Sedangkan Susan berpendapat lain bahkan ia bertanya walaupun yakin bahwa Tuhan itu satu tetapi ia mempertanyakan benarkah demikian. Karena terkadang banyak sekali praktek yang menyatakan sebaliknya. Dan ia berpendapat bahwa Isa adalah tokoh dengan
perjalanan spiritual. Tetapi bagaimanakah caranya kita bisa mencintai nabi Isa (bagi non Kristen) sebagaimana kita mencintai Muhammad (bagi muslim) dan sebaliknya ? Bisakah kita menghormati ?
Menanggapi hal ini, Guruji berkata: "Saya akan membawa kalian semua melihat sejarah,
bahwasanya sejarah itu suka ditwist atau dibelokkan untuk suatu kepentingan tertentu dan ini terjadi di depan mata saya sendiri, nanti perlahan-lahan kita akan tarik ke belakang."
Ø Pertama
Pada tahun 1975 saya mengenal guru saya Rajneesh yang terkenal dengan sebutan Osho. Ia mengajarkan kebebasan sehingga ia dijuluki sex guru padahal tidaklah demikian. Saya bisa menerima pemikiannya dan ajarannya tetapi tidak tingkah lakunya ada sesuatu yang tidak berkenan (saat itu-kemudian nantinya berkembang menjadi sebaliknya - ini ditulis di Soul Quest). Kurun waktu 1965-1989 ia tidak membuat buku tetapi setiap kali ia berceramah selalu ada rekamannya dan ini nantinya diterbitkan menjadi 650 buah buku. Tahun 1995 saya mengajukan diri untuk menerjemahkan buku-bukunya. Dan melalui surat wasiatnya dikatakan bahwa dalam menerjemahkan tidak boleh mengedit satu kata pun harus sesuai kata perkata apa yang diucapkannya (oleh karena inilah saya mundur - karena audience Indonesia berbeda dengan Barat dan India). Kalau belum bisa menerima kata-kata saya (Osho-red) kita diharuskan menunggu karena kita belum bisa menjadi murid (beliau tidak
ingin kata-katanya diedit dan diartikan secara halus). Tetapi sekarang, baru beberapa tahun meninggal buku-bukunya diedit oleh para penerusnya.
Di sini kita lihat perubahan karena kepentingan tertentu.
Ø Ke dua
Yogananda yang bukunya saya tulis sebagai Otobiografi Yogi. Semasa hidupnya sampai dengan 1946 ajarannya begitu terkenal. Tetapi di tahun 1950-an ketika ia sudah wafat murid-muridnya mengklaim bahwa Kriya Yoga hanya akan didapat dari murid Yogananda (monopoli
tunggal mereka). Dengan demikian orang yang ingin mendapatkan Kriya Yoga harus memberikan fee tertentu kepada kelompoknya.
o Berikutnya ...
Saya sering menceritakan bahwa guru saya seorang sheikh yang sederhana. Dari beliaulah saya mengenal Masnawi yang berbahasa Hindustani (dahulu ini adalah bahasa Parsi-Sanskrit, kini terbagi dua yaitu: Urdu dengan memasukkan bahasa Arab --> Pakistan dan Hindi yang memasukkan bahasa Sanskrit --> Hindi/India). Saya mengenal Cinta dari Sang Maulana (Rumi biasa disebut demikian), namun entah kenapa Masnawi 6 sampai saat ini saya tidak dapat menerjemahkannya seperti ada yang berbeda. Ternyata tanda-tangan Sang Maulana dipalsukan (tertanda 2 tahun setelah meninggalnya) dan ini dapat
saya pastikan sebelum saya turun tadi dari kamar, baru saja Gulam Aga mengirimkan berita Masnawi 6 tidak ditulis oleh Rumi (pantas saya tidak ingin menerjemahkan lagi pula gaya bahasanya berbeda). Nah lagi-lagi kita lihat sejarah dapat diputarbalikkan sesuai dengan kemauan penguasa ataupun untuk kepentingan tertentu.
Ada juga mengenai HR. Bukhari yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang wangi berasal dari Sindh, waktu belajar di Sheikh saya melihat hadits itu dengan mata kepala sendiri, tetapi ketika mau menulis buku Islam esoteris ketika saya cari kembali sudah tidak ada. Saya meminta tolong salah seorang professor dan ia pun terheran-heran hadits tersebut sudah dihapus padahal sebelumnya masih ada di situ. Itu contoh yang sederhana, kita tidak tahu secara pastinya dan ini pengalaman pribadi saya. Sebagai umat Islam jangan lupa dan jangan tersinggung "please, open your mind." Contoh lainnya: ketika Muhammad kawin dengan Khadijah pakai sistem apa? Saat itu Islam belum ada dan sepupu Khadijah adalah orang Nasrani. Apakah kita akan memutarbalikkan sejarah dan berkata kawin secara Islam ? Ulama tidak berani mengatakan itu. Sebagian besar ayat diturunkan di Mekah, pada saat Muhammad dengan Khadijah, mengapa tidak satupun hadits yang berasal darinya. Bahkan satu hal yang aneh adalah ketika nabi mengalami Isra Mi'raj, Siti Aisyah mengatakan ia memengang paha nabi dan berkata pahanya masih panas, padahal khan saat itu nabi sedang bersama Khadijah dan selama beristri dengan Khadijah nabi hanya mengenal satu istri. So.. bagaimana mungkin yang bercerita justru Aisyah ?
50 - 60 tahunan setelah nabi wafat, para khalifah termasuk Aisyah saling bunuh-membunuh memperebutkan kekuasaan. Di satu pihak dahulu nabi pernah berkata: "sebaik-baiknya kaumku adalah ia yang paling dekat denganku." Dan yang paling dekat adalah orang yang hidup sejaman dengan nabi. Setelah nabi wafat gak sampai 100 tahun saja orang sudah saling bunuh, apalagi kita-kita ini ??
Kita tarik mundur lagi ke belakang, kalau nabi Muhammad sekitar 1000 - 1500 tahun ini tentang Sidharta Gautama. Sesaat setelah kematian Sidharta Gautama, hari itu juga ada 32 jenis tafsir ajarannya padahal jasad beliau masih ada. Sampai akhirnya semua sepakat memanggil Anand (seorang murid Sidharta Gautama yang dianggap belum 'tercerahkan') untuk meluruskan hal ini. Oleh Anand kemudian study group itu di bagi menjadi 2 kelompok: Mahayana yaitu mereka yang mengurusi 'pencerahan' masyarakat banyak dan Hinayana yaitu mereka yang mengurusi 'pencerahan' pribadi. Sesungguhnya Mahayana dan Hinayana bukanlah suatu aliran dalam agama Budha tetapi ketika ajaran Budha masuk ke Cina maka dilembagakanlah Budha menjadi agama dan ke dua study grup itu masuk ke dalam 2 aliran dalam agama Budha. Saat ini ke duanya sudah tercampur baur dan tidak murni lagi. Terkadang sejarah diputarbalikkan hanya untuk legalitas saja.
Pada masa Nikolas Notovich menulis kisah Yesus di Himalaya, ribuan bukunya langsung dibakar. Tetapi kisahnya bukanlah yang pertama dan terakhir, jauh setelah ia melihat lontar tersebut seorang India Abedanath dari Calcuta pun menulis hal yang sama di tahun 1950-an. Bersumber dari lontar yang sama di kuil yang sama yaitu Himis dan masih banyak juga orang yang melihatnya. Buku yang ditulis Abedanath menjadi Best Seller saat itu.
Kemudian di tahun 1980an terungkap fragmen Laut mati yaitu Gospel of Thomas yang dikoleksi oleh seorang kolektor langka. Barulah terungkap gereja dan makam Saint Thomas di Madras/Chennai berikut Injilnya yang mengatakan bahwa Thomas adalah saudara kandung Yesus. Sebenarnya Injil pun mengungkapkan reinkarnasi hanya saja di tahun 300-an dihapus oleh seorang Raja dari Konstantinopel hanya karena ia bertanya apakah kalau
ia mati dapat saja lahir kembali sebagai binatang. Dan dijawab:"ya." Egonya tersinggung sehingga ia menghapus ayat dalam Injil tersebut, di sini sekali lagi kita melihat bahwa politisasi telah memasuki kehidupan beragama sehingga ajaran-ajaran dapat saja dibelokkan
demi kepentingan pribadi. Paham reinkarnasi sebenarnya sudah lama diturunkan sejak nabi Ibrahim dengan kelompok Hazid yang kemudian berkembang menjadi Kabala. Yesus meneruskan tradisi ini.
Kembali ke zaman nabi Muhammad, Al-Quran sebenarnya adalah inti sedangkan hadits adalah waldifikasi para ulama. Karena tidak sekalipun Muhammad berkata untuk menirunya; dan kalau benar beliau berkata untuk meniru mengapa kita tidak meniru yang satu ini. Sebuah kisah yang menggambarkan Muhammad mempersilahkan kaum Nasrani untuk menggunakan Masjidil Aqsa untuk sholat. Rasul berkata: "Silahkan sholat di sini." Sholat dalam arti kata yang generik karena gerakan sholat tidak pernah ada dalam Al-Quran. Di sini Rasul mempersilahkan siapa saja untuk berdoa kepada Yang Maha Tunggal dengan cara mereka masing-masing. Rasul mengakomodir semua. Mengapa sekarang kita tidak? Malah saling bertentangan satu sama lain, jika kita mengikuti sunnah Rasul tentu juga harus mengikuti sunnah yang satu ini.
Kembali pada Film:
Sebelum jaman Yesus, Nasrani tidak pernah mengenal istilah Kristo. Istilah Kristo hanya dikenal dalam tradisi Hindu, yaitu seseorang yang menguasai ajaran
Krishna. Sebelum memasuki sebuah kuil atau tempat suci pasti kita menyucikan diri dengan membasuh wajah (tradisi Hindu). Ritual ini pun dipakai oleh Yesus ketika memasuki Bait Allah sehingga sekarang ketika memasuki gereja pasti ada wadah air suci untuk dipercikkan pada wajah. Jika nabi Musa dahulu dapat berkomunikasi langsung dengan Allah, Issa mengambil simbol-simbol alam dengan malaikat dan ini pun berlaku bagi nabi Muhammad. Di
sini kita sekali lagi melihat kesinambungan antara satu dengan yang lain sehingga ketika hal ini dibelokkan jelas akan terlihat. Yesus mulai dengan Kasih sedangkan Muhammad mulai dengan Yang Maha Pengasih lagi Penyayang.
Mengenai makam Yesus, para ulama di Kashmir meyakini itulah makam nabi Isa dan Mariam dengan menyebut Bunda Maria sebagai Miri. Tentang lontar yang bercerita mengenai Yesus di Himalaya (The Lost Year of Jesus Christ) pernah dinyatakan oleh kelompok yang berseberangan dengan Dalai Lama bahwa Dalai Lama telah menggadaikan jiwanya dengan menjual lontar tersebut ke Vatican untuk mendapatkan Nobel Perdamaian. Dan menurut berita pun Dalai Lama pernah diundang oleh Paus ke Vatican dan bukan oleh pemerintahan Italia. Di sana ia memberikan lontar kepada Paus. Alasan Dalai Lama adalah agar perjuangannya untuk Tibet dapat dikenal masyarakat luas. Dan ketika ditanya mengenai
kebenaran cerita tersebut, ia hanya tersenyum saja.
Sebenarnya saya yakin lontar tersebut tidak pernahhilang dan masih ada di Tibet. Kalaupun Dalai Lama menggadaikan jiwanya untuk itu, lontar itu tetap ada. Karena pendeta Tibet jika membuat lontar tidak hanya satu melainkan bisa 2,3, 4 copy dan disimpan di tempat-tempat yang terpencar. Lontar itu masih ada di Shigatse, Himis dan pasti Dalai Lama mempunyai copy di tempatnya di Dharamsala.
Kembali Guruji bercerita mengenai Rumi, dalam salah satu Masnawi Maulana berkata: Kalaupun kakimu sampai berdarah, berjalan dan kau bisa sampai ke lembah Sindhu betapa beruntungnya dirimu.
Bergeser kembali kepada sejarah Iqbal seorang penyair besar Pakistan pernah mengatakan bahwa kita mesti menjadi Pakistan (padahal maksudnya dari kata Pak yang berarti tanah yang suci). Oleh Muhammad Ali Jinna kemudian kata-kata ini yang dipergunakan sebagai dasar perjuangan untuk memisahkan diri dan menjadi negara Islam Pakistan. Saat itu Iqbal masih ada dan di depan hidungnya kata-katanya dipelintirkan menjadi sarana politis dan kepentingan sekelompok orang. Ketika Pakistan sudah terbentuk dan Ali Jinna mengumumkan kita adalah negara sekuler, para ulama pun memprotesnya (Sekali lagi kita lihat betapa sejarah bisa dibelokkan untuk 'sesuatu')
Di akhir acara Guruji mengutip salah satu arti dari Al-Quran yang menyatakan: "Bukankah sesungguhnya kita semua satu umat." Sebenarnya ketika Eropa termasuk Portugis menjajah kita dan mengatakan Indies berarti semua bangsa yang terletak di seberang sungai Sindhu.
Semua kita adalah satu budaya sehingga ada kemiripan satu sama lain. Indonesia tidak pernah mengimpor agama Hindu karena itulah budaya kita (agama Hindu sendiri
baru lahir kurang lebih 500 tahun yang lalu, padahal budaya Hindustan sudah lebih dari 5000 tahun). Pada masa awal yang berkembang adalah 3 kebudayaan yang mirip yaitu: Mesir, India dan Cina. Kalau Mesir menganggap Kau adalah badan yang punya Jiwa makanya simbol adalah pyramid dengan badan yang dibalsem. Konsep badan punya Jiwa sehingga badan yang diawetkan sewaktu-waktu jiwa bisa masuk lagi. Sedangkan India --> Kau adalah Jiwa yang mempunyai badan sehingga kebalikkannya badanlah yang dibakar karena Jiwa bisa mencari badan lainnya.
"Jangan melupakan budaya asal, untuk mempersatukan Indonesia inilah yang harus kita ingat dan tumbuh kembangkan kembali," demikian Guruji sambil mengutip perkataan Sir Rafles Stamford yang menyatakan jika ingin mempersatukan Java satukanlah lewat budaya.
Diskusi yang membawa begitu banyak bagi kita semua diakhiri sekitar pukul 18.10 wib.
Namaste :-)
( sumber : Anand Ashram )
Posted at 12:23 pm by stevi
Monggo diisi ....
sepucuk mail : JALAN CINTA
From: "Ahmad Yulden Erwin" koaklampung@telkom.net
To: anandkrishna@yahoogroups.com
Subject: [Anand Krishna E Study Circle] Meditasi Gebbrish: Konsep-konsep!
Date: Thu 06/10/04 02:03 AM
Hahahahahaha, jika "mind" dari Freidrich Nietszche sekarang lagi inkarnasi di Indonesia, maka ia "mungkin" mengambil wujud Bung Sony Wongso. Hanya bedanya "si gila kuasa itu" sekarang sudah menjadi lebih spiritual, ketimbang percaya dengan materialisme-organik sewaktu dia hidup pada awal abad ke 20 dulu. Hehehehe, just kiding.......
Hmmmmmmm, kayaknya sih enak juga nih bermain-main lagi dengan pikiran, hehehehe, Duhai Guruji, murid mohon restu nih melakukan meditasi "Gebbrish: Konsep-konsep!" Biar plong semua isi mind yang cerewet ini ........... Ok ...... satu, dua, tiga: "MULAI!"
Banyak para pemikir, filsuf, ilmuwan sosial, politisi (Hitler, misalnya), penyair (Khalil Gibran, misalnya), bahkan ahli tasauf (Muhammad Iqbal dari Pakistan, misalnya) di abad ke 20 yang "terinspirasi" dengan Nietszche.
Tapi, patut direnungkan juga, soal kritik Muhammad Iqbal -- Sang Penyair, Filsuf, dan Sufi dari Sindh (kalau sekarang Pakistan) -- terhadap Nietszche yang dikaguminya itu. Iqbal berkata: "Sayang, sayang, si gila dari Prussia itu, tidak bertemu dengan Jalaluddin Rumi, sehingga ia baru melihat setengah dari kebenaran."
Apa maksud Iqbal ? Maksudnya, masih menurut Iqbal, bahwa Nietszche masih terjebak oleh "mind" ciptaannya sendiri, walaupun "mind" Nietzsche itu adalah batas dari mind yang bisa dieksplorasi oleh manusia pada abad ke 20. Menurut Nietzsche hakekat dari "realitas" adalah The Will To Power atau Kehendak untuk Berkuasa. Wujud dari Kehendak untuk Berkuasa itu adalah Das Ubersman atau "The Superman". Nietszche tidak bisa menembus "the mind game" yang diciptakannya sendiri. Hingga akhirnya dia menjadi gila. Prosesnya menuju kegilaan itu juga cukup unik. Pada suatu sore ia melihat seorang kusir kereta mencambuki kudanya, pada saat itu mendadak Nietzsche berteriak histeris lalu sambil menangis ia memeluk kuda yang tengah dicambuki oleh si kusir. Ya, pada saat itu, Nietzsche telah menemukan "Jalan Rahasia" itu, tapi sayang tidak ada Sang Murshid yang membimbingnya, sehingga ia menjadi gila tanpa pernah bisa disembuhkan. Menurut Iqbal, "Jalan Rahasia" itu adalah jalan yang dilalui oleh Jalaluddin Rumi setelah ia bertemu dengan Sang Murshid yaitu Shamsy Tabriz. "Jalan Rahasia" itu adalah "Jalan Cinta!" Lalu Iqbal, secara jenial sekali, mengeluarkan konsepnya dengan istilah Khuda, atau Sang Aku Sejati, yang memiliki sifat sebagai Ya Malik (Maha Penguasa) dan Ya Wadud (Maha Cinta), atau bila digabungkan dalam satu formulasi, menjadi: "Sang Aku Sejati yang memiliki Kehendak untuk Berkuasa dalam Mencintai!" Dan Iqbal menemukan manifestasi konsep itu dalam diri Muhammad Sang Rasul.
Menurut pandangan saya, Sri Krishna juga pernah melahirkan "Kesadaran Ini" dalam Bhagavad Gitta. Sri Krishna adalah Khuda itu sendiri, Pribadi-Ilahi itu sendiri. Ia adalah seorang Raja, seorang Penguasa yang memiliki Kasih tak terhingga, begitu rendah hati sehingga ia pun mau menjadi kusir kereta dari muridnya yang bernama Arjuna, di dalam medan perang Kurusetra. Sebab, jika Ia tak memiliki Kasih, maka mana mungkin Ia mampu bersikap sangat rendah hati seperti itu. Sikap rendah hati adalah perwujudan dari Kasih, suatu sikap untuk terus-menerus memberi tanpa pamrih, suatu sikap untuk terus menerus melayani. (Sembah sujud padaMu duhai Guruji, duhai Anand Krishna, yang mau terus-menerus menjadi kusir kereta bagi para murid yang bodoh ini).
Kembali ke soal Nietszche. Kesadaran Nietszche pada masa sebelum ia menjadi gila, jika mau dikaitkan dengan teori Big Bang, adalah seperti periode ekspansi dari jagat raya. Menurut teori itu, yang kalau tidak salah dikeluarkan pertama kali oleh seorang astronom Inggeris bernama Sir Arthur Eddingtton, setelah terjadi Big Bang, maka jagat raya ini
berekspansi secara terus-menerus hingga saat ini. Hal ini dibuktikan dengan adanya "geseran merah" (apa ada hubungannya dengan warna merah pada chakra pertama ya?) pada spektrum cahaya yang ditemukan oleh para astronomi ketika melihat galaksi. Spektrum cahaya "geseran merah" ini berarti bahwa jagad raya ini sedang mengembang, karena jarak antara dua galaksi yang diamati itu semakin lama semakin menjauh. Nah, kesadaran Nietszche ini sebenarnya juga adalah kesadaran "geseran merah", kesadaran ekspansionis, kesadaran untuk berkuasa dalam kebencian, kesadaran untuk memisahkan (yang dalam istilah zen disebut pikiran-diskriminatif). Kalau dalam istilah Guruji, hal ini namanya metode "menggembungkan ego".
Tapi, kebalikan dari "geseran merah" adalah "geseran biru". Geseran biru adalah spektrum cahaya galaksi yang saling mendekat, hingga akhirnya menyatu. Menurut teori Stephen Hawking, sebenarnya alam semesta "geseran merah" tempat kita sekarang berada, berasal dari suatu periode "geseren biru". Jadi sebenarnya alam semesta kita yang mengembang sekarang ini adalah berasal periode mengerut sebelum Big Bang. Masih menurut Stephen Hawking, jadi sebenarnya sebelum Big Bang, ya sudah ada alam semesta, tapi geraknya bukan mengembang, melainkan mengerut. Maka, sebenarnya, alam semesta sekarang ini tidak diciptakan dari ketiadaan, tetapi dari hasil pengerutan pada periode sebelumnya, sehingga -- pada satu titik-energi yang luar biasa padatnya -- akhirnya meledak menjadi Big Bang. Menurut Hawking pula, alam semesta ini sebenarnya tidak diciptakan, tetapi hanya permainan dari mengembang dan mengerut, persis seperti latihan meditasi: "tarik napas lalu kembungkan perut, buang napas lalu kempiskan perut". Hahahahahaha. Nah, menurut saya, Kesadaran Jalaluddin Rumi, adalah Kesadaran "Geseran Biru", suatu kesadaran untuk mencari jalan "Pulang", suatu kesadaran yang non-diskriminatif, suatu Kesadaran-Cinta! Kalau dalam istilah Guruji, hal ini namanya metode "mengecilkan ego".
Lalu: Kesadaran Sri Krishna, Kesadaran Sang Buddha Sidhartta Gautama, Kesadaran Muhammad Sang Rasul, Kesadaran Muhammad Iqbal, Kesadaran Anand Krishna, dan Kesadaran Stephen Hawking adalah "KESADARAN GESERAN MERAH YANG SEKALIGUS GESERAN BIRU". Inilah Kesadaran Yang Melengkapkan, Kesadaran Alam Semesta, Kesadaran Lingkaran Hukum Allah, Kesadaran Dharma. Suatu kesadaran yang "melihat" bahwa titik awal adalah titik akhir, bahwa pantai sana dan pantai sini sebenarnya tidak ada, bahwa kekosongan itu sesungguhnya penuh, bahwa "tujuan KITA adalah tanpa-tujuan", bahwa tujuan dari tanpa-tujuan itu adalah KITA, bahwa Murshid adalah Murid, bahwa Gusti adalah Kawulo, subjek adalah objek, bahwa Aku adalah Kamu, bahwa semuanya ini hanya permainan, bahwa .................... semuanya ini cuma omong kosong belaka ........... HAHAHAHAHA .................... sudah ......... ampun ........... capek Bos ....... capek berpikir ........ meditasi "Gebbrish: Konsep-konsep!" saya sudahi dulu deh yah Guruji........ ampun deh mind ini ............. dipikirnya bisa membuat "rasa aman" setelah menelurkan berbagai konsep, dipikirnya bisa berlindung dengan membangun "cangkang-konsep" .......... HAH!
"GOBLOK! BANGUN DONG.......... BUKA MATA....... KALAU KEKASIH SUDAH DI DEPAN MATA ..........YA JANGAN BANYAK BERPIKIR LAGI .......... AYO LEKAS MAINKAN!"
Hahahahahahaha.........
"TINGGALKAN SEMUA. DAN BERBAHAGIALAH."
Alangkah indah Kesadaran Anand Krishna:
Sidharta, Issa, dan Muhammad bersatu di dalam-Nya,
Alangkah indah Kesadaran Anand Krishna:
Kesadaran Murni dan Cinta adalah Jalan-Nya,
Keduanya bersatu dalam Kebenaran Yang Menjelma,
Alangkah indah Kesadaran Anand Krishna:
Hei, hei, hei, bukankah semuaNya ada di dalam Diri Kita !
Berbahagialah kita semua, berbahagialah umat manusia.
Hari Boll ! Hari Boll ! Hari Boll !
Haleluyah !
Subhanallah !
Haqq Maujud !
Om Mani Padme Hum.
Hare Krishna. Hare Krishna. Krishna. Krishna. Hare. Hare.
Hare Rama. Hare Rama. Rama. Rama. Hare. Hare.
Allah. Allah. Allah. Allah. Allah. Allah. Allah.
"HAI KALIAN, JANGAN GANGGU PERMAINANKU INI!"
Ah, Bung Sony Wongso, ternyata Kesadaran Murni itu tak ada habisnya, dan Cinta itu tak ada bosannya.
Ijinkan aku menyentuh kaki kalian semua......
Love You, All.....
Ahmad Yulden Erwin
( sumber : mailinglist Anand Krishna E Study Circle )
Posted at 12:41 pm by stevi
Monggo diisi ....
Tuesday, July 20, 2004
Tuing...Tuing...Tuing..... %)
Saat ini kuluncurkan kata-kata mengisi malam panjangku di salah satu warnet dekat kosku. Dalam keadaan capek, lelah dan penat kugoreskan kata-kata yang tak tau entah kemana kan berakhir. Tadi aku sempat bertemu dengan Memy melalui Yahoo! Messenger..tapi tanpa pamit dia menghilang dari peredaran. Sepertinya tidur...dah ngantuk kali dia. Selamat bobo deh mem...sorry dah godain kamu malam-malam. ;)
Memy....nama yang baru. Teman baruku dari negeri Jiran. Sabah, katanya. Sungguh dia penuh kasih dan cinta. Kadang dia kugoda dengan rayuan, tapi dia balik membalas dengan senyuman icon...;)) Memy..memy...... :) sorry ya mem....abis stev lagi suntuk dan bete nih.....maklum dalam keadaan capek pula..
Tatkala menulis pesan ini, semoga nanti Memy baca ya. Ehm......banyak di dunia ini yang tidak pernah dapat kita mengerti, Mem. Stev hanya bisa berusaha menguraikan arti dari semua keberadaan itu. Tapi semakin Stev selami semakin banyak bias yang kudapat....entah mengapa......kutak tau, kuhanya bisa berjalan dan terus berjalan.
Perjumpaanku pun denganmu tak kumengerti. Semoga semua itu kehendak-NYA. Dalam doa selalu kuucapkan, Tuhan pertemukanlah aku dengan orang-orang pilihan-Mu. Jadi aku yakin dan percaya kalo teman-teman baru yang kukenal saat ini merupakan orang-orang pilihan Tuhan. Tapi saat ini belum dapat kuketahui untuk apa dan kemana kita 'kan melangkah.
Waktu terasa lama, sisa 3 jam lagi, menunggu jam 5 pagi, tatkala mentari terbit di ufuk timur. Capek aku surfing di internet.....tadi sempat liat-liat blog orang lain...kali aja ada yang bagus kan bisa kupasang di web projectku ini.
Mataku dah redup dan merem-merem, alias 5 watt..... ;) tuing..tuing...tuing....pening juga nih kepala menahan kantuk....Memy.....tanggung jawab nih...masa aku ditinggal pergi....;)
Ehmm..beginilah cinta........kadang pergi dan datang tanpa kita sadari. Tatkala dia pergi kita mencarinya, namun tatkala dia datang kita membencinya...... ;)
Oh ya...ada baiknya untuk mengisi waktu kuceritakan dikit, tentang perjalananku menelusuri kembali daerah Gunungkidul, awal mulanya inisial nick ku : Mr.Gunkid. Bersama 4 orang kawan, naik motor kami ke Gunung kidul. Ya kebetulan, ada teman yang asli gunungkidul, tepatnya di Karangasem. Perjalanan kami tempuh sekitar 45 menit dengan kecepatan 80 km/jam melalui medan tanjakan beraspal. Sampai di Karangasem jam 8.30 WIB. Kami istirahat sebentar, lalu berkenalan dengan keluarganya Sutino. Mereka mengeluarkan makan dan santapan yang dihidangkan itu kami nikmati, karena kami belum makan sejak berangkat tadi pagi. Tepat jam 11.00 WIB, kami menuju tempat Wawan sambil menunggu teman-teman dari Wonosari yang akan ikut kami ke pantai. Jalan Raya Baron ramai dengan lalu lalang kendaraan roda dua dan roda empat. Ini hari libur terakhir anak sekolah, kata ibunya Wawan. Ehm...dah gak kuat mikir nih, abis ngantuk berat..tidur tak mau...wuekekekekek.....
Inti-intinya aja ya, selama di Pantai Baron, kami menikmati pemandangan ombak di pantai yang bergulung-gulung dengan begitu indahnya. Banyak juga turis lokal yang mandi di pantai. Pasir pantai masih putih dan tampak pemandangan mata, perahu nelayan yang berbaris rapih. Ada sebuah gua, namanya gua sinaga...dari atas gua kami bisa melihat pemandangan pantai yang begitu indah mempesona. Setelah gosong berjemur di pantai, kami beralih ke pantai Kukup. Wow....begitu indahnya pantai Kukup. Angin bertiup dengan kencang menerpa diriku seakan di haluan kapal Titanik. Kubentangkan tanganku membuka dadaku, sambut kesejukan angin pantai yang penuh damai. Setelah dari menara itu, kami turun ke pasir putih, kembali berjemur diri selama 2 jam dan beberapa teman-teman ada yang mencoba melihat-lihat ikan hias di pinggir pantai. Ada juga ikan hias yang dijual oleh nelayan setempat untuk aquarium laut. tapi gak ada yang beli tuh.... ;)
Setelah puas berjemur dan menikmati pemandangan pantai, rombongan pun pulang ke tempat Wawan. Kami mandi dan nonton Motor GP, siaran langsung di TV7. Malam kemarin, ada bola Qatar lawan Indonesia dan yang menjadi pemenang Indonesia 2-1. upss...mataku dah berat sekale.....ngantuk benar-benar menyerangku.... ;)
Oh satu lagi deh, ada pengalaman paling seru. Selama di tempat mas Dono, kami disuguhi makanan terus-menerus dengan teh. Wah...bisa puyeng nih perut, akibat kekenyangan. Parahnya lagi, toilet sangat susah. Toilet hanya terbuat dari lubang tanpa leher angsa. ehmm....sengsara membawa capek....selain toilet, kamar mandi terbuka, hanya ditembok sebatas pinggang, sehingga kami yang terbiasa mandi di dalam kamar mandi yang begitu privasi menjadi malu-malu dan sungkan untuk mandi. Bagaimana dengan aku ? Wah.....dengan santainya aku mandi, sambil membayangkan mandi di sungai. Aku duduk di batu yang disediakan, sambil ambil air pake gayung...gebyurr..gebyurrr........ Emang repot juga sih, terutama saat buka dan pake celana panjang ama baju. Maklum aja, kamar mandi dekat dapur yang penuh dengan ibu-ibu. Gak tau deh, ibu-ibu itu ngeliat atau tidak, gue santai aja yang penting segar. Ternyata, fikiran dan gaya hidup sangat dipengaruhi oleh pola fikir kita. Kalo kita selalu berfikiran negatif, maka hasil yang akan didapat adalah negatif dan penuh nafsu, tapi kalo kita berfikir positif dan tidak penuh dengan nafsu, semua akan berlaku baik adanya......ehmmm pelajaran deh buat aku. Mungkin bagi aku atau Memy atau teman-teman yang membaca tulisan ini menganggap itu hal yang taboo, tapi bagi ibu-ibu atau masyarakat setempat yang sudah terbiasa dengan hal ini, mereka memandang ini sebagai hal biasa yang tidak taboo.
ya..itu aja..yang paling berkesan...lainnya ada Rasulan di dusun ini. Rasulan adalah adat spiritual setempat untuk membersihkan desa dari bencana. Untuk memeriahkan rasulan dibuat Jathilan, Dogeran , Reog dan semacamnya.
Ehmmmmmmmmmmmmm...capek sekale....badan gosong oleh terik matahari dan anggota badan pada pegel-pegel, karena kami sempat main ke gua yang berada dibawah ngarai, jadi kami harus titi tebing untuk sampai ke gua. Oleh masyarakat setempat diberi nama gua (luweng) Ning Rong ( bahasa Jawa : di lorong/lereng ). Pokoknya Gunungkidul kembali memberi kesan padaku. Terima kasih Tuhan, terima kasih penguasa alam semesta, terima kasih Sang Pencipta Jagad, karena telah memberiku arti dari sebagian hidup dan melindungi perjalanan kami, sehingga kami tidak kekurangan suatu apapun dari awal hingga akhir.
Alleluya !
Posted at 04:51 am by stevi
Monggo diisi ....
Wednesday, December 08, 2004
Ada 1 lembaga penelitian sekuler di USA yang meneliti tentang orang-orang bahagia. Karena ini
lembaga sekuler, ukuran bahagia pertama adalah banyaknya uang, maka lembaga tersebut
mensurvey orang-orang kaya (milyuner) dengan sample awal sebanyak lebih dari 200 ribu orang
milyuner. Dari 200 ribu itu disaring kadar bahagia- nya berdasarkan berbagai parameter termasuk
keluarga tersebut. Hasil saringan terakhir ada sekitar 200 orang yang dianggap sangat bahagia,
karena selain kaya, bisnisnya luar biasa, menikmati hidup, keluarganya beres. Hasil survey
tersebut ditulis dalam buku karangan ThomasStanley berjudul "The Millionaire Mind."
Orang-orang kaya tersebut rata-rata sudah berumur, mereka adalah orang kaya dalam 1 generasi, artinya bukan kaya warisan, tapi kaya dengan modal zero, alias kerja sendiri. Kemudian orang-orang ini diwawancara satu per satu secara detail, dan di-summary-kan gaya hidup orang-orang tersebut, berikut 10 gaya hidup:
1. Orang-orang tersebut frugal = hemat,
artinya:
mereka penuh pertimbangan dalam memanfaatkan uang mereka. Untuk beli sesuatu, pikir-pikir dulu sekitar 20 kali, tipe orang yang tanya sama Tuhan tentang segala sesuatu pengeluaran. Mereka tidak diperbudak mode, meskipun tidak kuno, tapi modis. Mereka tahu dimana beli barang bagus tapi murah.
2. Orang-orang tersebut selalu hidup di bawah incomemereka, tidak hidup gali lobang tutup lobang alias anti utang.
3. Sangat loyal terhadap pasangan - tidak cerai dan setia!
4. Selalu lolos dari prahara baik dalam keluarga/bisnis (di USA sering resesi ekonomi, mereka
selalu lolos). Setelah ditanya apa kunci lolosnya, jawabannya: "overcoming worry and fear with The Bible and pray,with faith to God. We have God and His word."
5. Cara berpikir mereka berbeda dalam segala segi dengan orang-orang kebanyakan,
contoh:
kita kalau ke mall, mikir abisin duit, mereka malah survey mencari bisnis apa yang paling laku di mall. They think differently from the crowd. Mereka "man of production" bukan "man of consumption."
6. Ketika ditanya kunci suksesnya:
a. Punya integritas = omongan dan janji bisa dipegang dan dipercaya.
b. Disiplin = tidak mudah dipengaruhi, dalam segala hal, termasuk disiplin dalam hal makanan,
mereka orang yang tidak sembarangan konsumsi makanan. Tidak serakah.
c. Selalu mengembangkan social skill = cara bergaul, belajar getting along with people, belajar
leadership, menjual ide, mereka orang yang meng-upgrade dirinya, tidak malas belajar.
d. Punya pasangan yg support, selalu mendukung dalam keadaan enak/tidak enak. Menurut mereka, integrity dimulai di rumah, kalau seorang suami/istri tidak bisa dipercaya di rumah, pasti
tidak bisa dipercaya di luar.
7. Pembagian waktu/aktivitas, paling banyak untuk hal-hal berikut:
a. Mengajak anak dan cucu sport/olahraga, alasannya, dengan olahraga bisa meningkatkan
fighting spirit yang penting untuk pertandingan rohani untuk menang sebagai orang beriman,
untuk bisa sportif (menerima kenyataan, tetapi dengan semangat untuk memperbaiki dan
menang).
b. Banyak memikirkan tentang investment.
c. Banyak waktu berdoa, mencari hadirat Allah, belajar Firman. Ini menjadi lifestyle mereka sejak muda.
d. Attending religious activities.
e. Sosializing with children and grand child, ngobrol.
f. Entertaining with friends, maksudnya bergaul,membina hubungan.
8. Have a strong religious faith, dan menurut mereka ini kunci sukses mereka.
9. Religious millionaire.
Mereka tidak pernah memaksakan suatu jumlah aset sama Tuhan, tapi mereka belajar
mendengarkan suara Tuhan, berapa jumlah aset yang Tuhan inginkan buat mereka. Minta guidance
untuk bisnis. Mereka bukan type menelan semua tawaran bisnis yang disodorkan kepada mereka,
tapi tanya Tuhan dulu untuk mengambil keputusan.
10. Ketika ditanya tentang siapa mentor mereka, jawabannya adalah Tuhan.
disampaikan ulang oleh :
STEVI YEAN MARIE
-----------------------------
http://www.gunkid.cjb.net
Posted at 05:20 pm by stevi
Monggo diisi ....
Sunday, January 02, 2005
Selamat datang TAHUN BARU
LEMBARAN BARU »»»
Kusambut kedatanganmu wahai kalender baru tandakan bergantinya tahun masehi tinggalkan penanggalan lama
berjuta nuansanya tergores pada lembar usang kalender 2004 lama menempel pada dinding kumuh kamar kosku
pekat malam alun-alun utara jadi saksi kehadiranku diantara sekian juta nyawa bersama sambut tahun baru 2005 detik per detik berubah
kupanjat doa kehadirat-MU, Ilahi begitu besar kuasamu buatku semakin serah diri dalam pelukan rahmat-MU.
( hari ke dua awal tahun 2005 )
Posted at 05:33 pm by stevi
Monggo diisi ....
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|